Senin, 14 November 2016

MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAK-ANAK DALAM PENDIDIKAN



MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAK-ANAK DALAM PENDIDIKAN
Assalamualaikum wr.wb. teman-teman sekalian, sekarang kita ulas materi atau peristiwa tepatnya, apa itu? Kalian penasaraaaaan, hehe, yuk kita bahas bareng-bareng, kita pasti dong pernah belajar , siapa sih anak sekolah yang gak pernah belajar, pasti kalian semua pernah belajar untuk mendapatkan/menuntut ilmu lebih dalam.
Eits, tunggu dulu teman , Wah wah, ternyata soal belajar banyak yang kalang kabut belajarnya! Ada apa ini?kok terburu-buru???
Nah ketahuan deh siapa yang baru belajar menjelang UAS atau ketika UAS
Hayo ngaku, siapa aja nih pembaca artikel ini  yang kalau waktunya belajar disekolah atau dirumah malah santai-santai, pas datang masa ujian baru deh kalang kabut,dan segera melangsungkan prosedur darurat, yakni SKS? SKS apa itu? Ada yang tahu.
Pasti kalian sudah tahukan SKS (Sistem Kebut Semalam) hehe Pasti deh dijamin belajarnya gak khusu ! BTW, SKS sebenarnya singkatan dari satuan kredit semester. Kalau yang sistem kebut semalam sih, namanya plesetan (hehe..) J J
Bro en sis rahikumullah, pembaca setia materi ini  belajar model kayak gitu gak bagus sama sekali lho!! SKS dalam plesetan Sistem Kebut Semalam itu jelas bukan sistem yg benar buat belajar kalian.bukannya nyerep langsung dalam ilmunya, kita tidak akan mendapatkan pengetahuan yang bisa kita pahami nantinya. Sekarang artikel ini akan membahas tentang kejujuran pada anak-anak dalam pendidikan biar tidak ada kebohongan dalam menjalankan pembelajaran disekolah oleh peserta didik. Yuk simak materinya J

CARA MEMBANGUN KARAKTER JUJUR PADA ANAK DIDIK
Salah satu yang menjadi masalah di negri ini, yang sulit di cari kebenaran dan dicari solusinya adalah tentang ketidak jujuran. Banyaknya kasus korupsi, penipuan, penggelapan uang, dan kassus kriminal lainnya di dominasi oleh ketidakjujuran. Jangan sampai anak didik kita terjebak dalam kasus-kasus tersebut. Untuk itu oendidikan karakter jujur harus di tanamkan sejak dini. Baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah, agar anak menjadi generasi penerus bagi nusa dan bangsa.
1.      Pengertian karakter jujur
Kata “ characther” dalam bahasa inggris berarti sifat dalam bahasa indnesia. Kata “sifat” dalam kamus besar bahasa indonesia memilki banyak padanan kata, antara lain : perangai, watak, tabiat, akhlak. Secara singakat, karakter dapat diartikan sebagai sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku.
Sedangkan pengertian “jujur” dalam KBBI memiliki arti lurus hati, tidak curang. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki karakter jujur adalah siswa yang batinnya cenderung lurus atau tidak curang sengga mempengaruhi pikirannya (akalnya) untuk selalu mencari cara berbuat jujur yang kemudian diwujudkan dalam sikap dan tingkah lakunya baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungannya. Ada tiga tingkatan kejujuran diantaranya :
a.       kejujuran dalam  ucapan, yaitu kesesuaian ucapan dengan realita.
b.      Kejujuran dalam perbuatan, yaitu kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.
c.       Kejujuran dalam niat, yaitu kejujuran tertinggi di mana ucapan dan perbutan semuanya hanya uuntuk allah.
Contohnya dapat kita lihat pada kegiatan belajar di skolah. Siswa yang duduk di bangku sekolah dasar, sering mengalami kesulitan dlam menerapkan sikap jujur ketika proses belajar berlangsung. Terkadang mereka bertingkah laku dengan jujur, tapi tanpa kita sadari ketika materii yang di berikan oleh guru bidang  studi belum dpat di pahami, mereka bahkan mengatakan mereka telah memahami materi tersebut. Hal ini dengan sendirinya akan mengajak meraka untuk berbuat tidak jujur terhadap mata pelajaran yang mereka plajari jadi ketika plaksanaan uts atau uas atau ujian yang lainnya siswa tersebut akan merasa kesulitan mengisi lembar jawaban karena tidak dibekali pemahaman yang baik yang diberikan gurunya terhadap murid dalam proses belajar mengajar di kelas dan ini lah masalah yang dapat memicu anak untuk tidak jujur dalam mengerjakan soal yaitu seperti mencontek ketika ujian berbagi jawaban bersama teman dan kegiatan yang tidak jujur lainnya.
2.      Cara menumbuhkan sikap jujur
Segala sesuatu bila dibiasakan, niscaya akan menjadi sebuah kebiasaan. Entak itu yang baik ataupun yang buruk. Keterampilan dan perhatian guru dalam menyelidiki siswa yang tidak jujur juga merupakan syarat bagi seorang guru dalam menanamkan kejujuran pada siswa. Guru harus kritis terhadap permasalahan siswa konsistensi reward dan punishment yang dibeikan juga sangat dibutuhkan untuk memperkuat agar anak selalu berbuat jujur kebiasaan memberikan stimulus berupa sikap kritis guru terhadap permasalahn siswa,, reward dan punishment yang diberikan guru, tentunya kan memunculkan respon siswa untuk tidak berusaha bohong terhadap permasalahannya. Proses penilaian di setiap penilaian pun bisa menjadi alat unntuk menanamkan karakter jujur pada siswa. Syaratnya adalah guru harus membuat dan menjalankan RPPP  setiap mata pelajaran yang memasukan nilai karakter jujur pada kegitaan pembelajarannya. Sesungguhnya peran guru dalam membangun tradisi kejujuran akademik ada tiga aspek, pertama : membangun kejujuran harus dimulai dari dirinya sendiri sebagai seorang guru, yakni antara perkataan, perbutan dan tindakan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Kedua : sebagai seorang guru, yang tugas utamanya daalah mendidik, melatih, mengarahkan, menilai dan mengevaluasi kepada peserta didiknya, maka guru mempunyai kewajiban untuk membentuk karakter anak didiknya memiliki sikap disiplin, jujur, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab. Ketiga : guru secara akademik juga mempunyai tanggung jawab untuk membesarkan lembaga (sekolah), maka dalam konteks ini guru harus mampu membangun dan memberi keteladanan kepada teman seprofesinya untuk terus menerus menanamkan nilai kejujuran.
Dengan demikian bagunan akademik yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri, peserta didik bangga kepada lembaga (sekolah) dan tenaga pendidiknya, guru bangga kepada peserta didik dan lembaganya, kepala sekolah bangga dengan anak didik, guru (pendidik), lembaga (sekolah) yang dinakodainya dan semua bangga denga satu motto “KEJUJURAN”.

Kalau Masih Bisa Jujur,  Kenapa Nggak,?
Yup,  benar dengan judul diatas, dan solusi dari materi diatas untuk mengatasi kebohongan para siswa dan peran guru didalamnya ! selama kita masih memiliki kesempatan dalam belajar kenapa harus membuat contekan untuk mencontek , dengan mencontek kalian berarti tidak percaya dengan kemampuannya sendiri? Benar tidak  tuuuuuh. Hehe, gara-gara mencontek kita hanya mau enaknya saja saat ujian tanpa mau belajar
Sobat , gak ada yang namanya enak tanpa usaha
Soalnya apa? Karena nggak mau susah yah gak dapet apa-apa yang ada rasa kesengsaraan dan  curiga yang menghantui kalian , padahal allah menciftakan akal pikiran kita itu untuk digunakan semaksimal mungkin digunakan hal yang berguna dan bermanfaat
Kira-kira, otak yang suka mencontek bersih dong hehehe

Bro en sis, kamu bisa kok mendapatkan nilai bagus tanpa mencontek , hasil nilai yang kamu dapatkan secara jujur . tentu rasanya beda donggg? Kenapa beda??
Seberapa kecilpun nilai kamu tanpa mencontek yang dilakukan dengan jujur pasti merasa tenang dibanding kecurangan , karena kejujuran itu rasanya lebih manis(madu kali yee) hehe
Tujuan belajar itu bukan semata-mata untuk dapet nilai guys .intinya belajar itu untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat , jangan hanya disimpan di otak aja ya guys hehe , diamalkan lalu diajarkan lagi ke orang lain , begitulah kira-kira ..
Jika sekarang belajar disekolah hanya bilang “untuk nyari izajah” atau “daripada gak sekolah”, musnahkanlah hancurkanlah pikiran itu haha,
Memangnya sampah dihancurkan hehe, So, mulai dari sekarang berjanjilah pada dirimu sendiri untuk lebih bersungguh-sungguh dan berusaha dalam belajar, serta hilangkan budaya mencontek , guys kurangi waktu bermain-main, perbanyak waktu belajar agar tidak menyesal nantinya. Sobat penakita, dengan kejujuran yakinlah kalian bisa menaklukan segala macam ujian! Tentu, lebih kereeen lagi kejujuran yang dilandasi dengan akidah dan syariat islam .

SEKIAN J, semoga bermanfaat

16 komentar:

  1. Bermanfaat sekali bu ilmunya 😊

    BalasHapus
  2. nuhun informasinya. sangat membantu sekali bagi kita mahasiswa :) Universitas Djuanda

    BalasHapus
  3. sayangnya masih banyak sekali yah anak yang sudah terdidik tidak jujur... sbgai guru benar-benar harus kerja ekstra membentuk karakter jujur pada muridnya


    Universitas Djuanda Bogor

    BalasHapus